![]() |
| dok, pribadi; Lawa pangi |
Jifran.blogspot.com .ButonSelatan - Jalan terjal berliku menuju kampung dibawah kaki gunung Lahaga, kita akan disuguhkan dengan keindahan padang safana Wanculepani dengan rumput berwarna kehijauan melintang luas hingga terpancar teluk Lande.
Tapi...!! itu hanya bisa kita jumpai dikala musim hujan, tiba musim kemarau disana terlihat bag tanah tandus yang tidak bisa ditumbuhi tanaman. Ilalang kehijauan akan berubah warnah menjadi kecoklatan hingga dedaunanya mulai akan terlihat berguguran.
Dari seberang bukit Warope, pandangan tersilaukan oleh pantulan cahaya dari atap rumah penduduk. disanalah Desa Lapandewa Kaindea berada, bertetangga dengan Lapandewa Tambunaloko yang kini mekar menjadi dua desa. Maju lebih jauh lagi kita akan bertemu dengan desa Burangasi.
Desa ini terletak di Kecamatan Lapandewa, tepatnya kampung ini berada dibukit diatas bukit, kendati disana menyimpan banyak cerita yang harus di ungkap, selain ragam uniknya, kebudayaanya juga masih berdiri kokoh hingga sekarang. Tidak kalah menarik adalah jejak dan artefak sejarahnya.
Artefak sejarah yang mudah kita jumpai adalah Benteng, dan benteng ini membentang luas mengelilingi perkampungan. Terdapat 4 Lawa (pintu gerbang) disana. Disetiap Lawa memiliki nama yang berbeda. Lawa Pangi, Wunga, Wakaloa, Wabungko.
![]() |
| dok, pribadi; Lawa Wabungko |
![]() |
| dok, pribadi; Lawa Wakaloa |
Setelah memasuki Lawa, selain kita melihat perkampungan yang saat ini sudah di diami ratusan kepala keluarga, disana juga terdapat Galampa (Rumah adat) yang berdiri bersampingan dengan Mesjid. didepanya terdapat halaman yang cukup luas yang biasa digunakan ketika ada acara acara adat dan kegiatan kegaiatan remaja mesjid setempat.
Kendati demikian, kondisi Benteng sudah cukup memprihatinkan seiring perkembngan waktu. sebagian bebatuan sudah mulai roboh, sebagian diantaranya sudah mulai rata dengan tanah. Lawa juga sudah seringkali mengalami renovasi. padahal artevak sejarah ini perlu dijaga dan dilestraikan sebagai situs sejarah.
Untuk menjaga ini butuh sentuhan tangan semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat setempat. dikutip dari google map, ukuran keliling sebanyak 1,23 KM dengan luas 82.374 M2 . Entah berapa ukuran dan luas pastinya.
![]() |
Untuk menjaga ini butuh sentuhan tangan semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat setempat. dikutip dari google map, ukuran keliling sebanyak 1,23 KM dengan luas 82.374 M2 . Entah berapa ukuran dan luas pastinya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa benteng bisa kita jumpai hampir se-saentero pulau Buton. Kota Bau-Bau misalnya, melintang luas sebuah benteng yang dikenal dengan Benteng Keraton Buton, pun telah mendapatkan rekor sebagai benteng yang terluas didunia.
![]() |
| lintasan benteng Kaindea dari google map |
"tapi saya tidak yakin, karena perkiraan saya ada ratusan Benteng yang ada dipulau buton," ucapnya






Tidak ada komentar:
Posting Komentar