Pernah gak sih, duduk bareng dalam rapat, cerita cerita santai sama
teman obrolin masa depan, gosipkan hari esok. Lalu ketemu teman yang banyak
ngoceh bergaya konseptor tapi ogah ogahan untuk berbuat..!
Diariku01- Duduk bersama teman
itu sering kali kita lupa diri (Tanda kutip), padahal terkadang obrolan itu
tidak jelas juga. Tetapi untuk melepas boring dan suntuknya aktifitas dalam
sehari itu memang lebih asyik kalau bersenda gurau bersama teman, curhat curhatan
kerap terjadi. “Ngopi yuk, Ngumpul Yuk, jalan yuk” begitulah basa-basi pertama terlontar, sambil melepas senyum menutupi
kebohongan kalau kita itu lagi bĂȘte atau lagi galau.
Iyahhh,,! Sekitar setahun yang lalu muncul
dilayar depan Hp dengan kalimat ajakan itu pada sebuah group whatshap, sontak
semua mebalas “ayok, ayok, ayok,”. Dalam hati saya bertanya, ini sebatas
silaturahmi atau semua sedang pengen melepas kegalauan,” pintasku sambil membayangkan.
Tiba waktu akhirnya saya bersama
beberapa teman ngopi bareng, dugaanku ternyata benar. Diatas meja bundar itu
tidak ada obrolan lain selain hari ini dan kemarin itu kita sedang apa. Tidak
boring, Iya,! Dan ternyata dugaanku benar semua sedang galau dari kesibukanya
setiap hari, maklum semuanya adalah jomblo,!
Tapi generasi masa kini itu
kreatif, sebelas duabelaslah dengan ibu ibu kalau sedang gossip. Cerita berjam
jam tapi gak ada endingnya. Mulai cerita asyiknya lagi makan berdampingan
dengan orang cakep atau ganteng dan cantik, bergeser cerita horror, belum
klimaks pindah lagi cerita jodoh, rencanakan pernikahan padahal masih jomblo,
belum klimaks langsung pindah tema lagi nostalgia masa lalu, eh tiba tiba
pindah lagi ngobrolin si anu si ini. Tanpa ending tapi positifnya kita telah
bersilaturahmi hari itu.
Namun begitu, disetiap kumpulan
diantara lebih dari dua orang selalu ada yang bersikap bijak, jika kita sering
mendengar ulasan seorang trainer James Gwee menyebutkan bahwa, umumnya ada beberapa
tipe manusia dalam sebuah tim, diantaranya orang yang selalu punya aide dan
gagasan, ada yang administrative pandai merangkup setiap obrolan, ada yang
pandai sebagai eksekutor (Orang lapangan), ada juga yang hobinya hanya
mengawasi. Perbedaan tipe itu bila tidak dikenali dan dikelola dengan baik akan
menjadi bias bahkan bisa membuat ketidakharmonisan pada kumpulan teman, apalagi
sebuah organisasi.
Wahh, jauhnya bicarakan tipe
manusia padahal saya gak tahu berada ditipe mana. Kembali ketopikk..! empat jam
sudah saya mengobrol bersama teman, dibalik ketidak jelasan apa yang
diobrolkan, selalu ada yang nyeletup bagai salah satu tipe seperti yang disebut
James Gwee.
Kita rencanakan minggu depan
jalan yuk,”kata seorang teman, mungkin galaunya berkepanjangan, hehe. Tapi itu
manusiawi, bahwa hiburan juga diperlukan. Tidak berhenti hanya mengajak, ia
menceritakan bahwa ditempat yang dituju itu ada sebuah karya seni tempo dulu
yang dimordenisasi “disana kita bisa belajar bagaiamana mereka bisa dikembangkan
hingga merambat pada sector lain, ekonomi misalnya,’’begitu ceritanya seperti
seorang ekonom juga sejarawan.
Saya pun menyambung, dengan apa
yang saya tahu dari beberapa desa tidak jauh dari tempat yang ditujuh. “disana
ada beberapa hasil kebun yang potensi untuk dikembangkan, barangkali kita bisa
membuat komunitas social yang bergerak pada apa yang kita bicarakan,’’ begitu
saya mengusul.
Ceritapun menjadi bias, diantara
teman tidak ada yang miliki tipe administrative dalam artian merangkum apa yang
diobrolkan. Usulpun semakin menggila, bagaimana kalau kita tanam saham bareng, bangun
sebuah usaha agar kedepan kita bisa bareng terus. Wahhh!!! Ini mungkin namanya
usaha bareng rasa keluarga. Dari hal itu
nyeletuk lagi salah seorang teman seperti orang sedang bermimpi, “wah kalau ini
bisa jalan, kita bisa bareng terus,bisa buat ini lagi, mengurus ini lagi, asyik
y kalau dijalankan,’’ nyeletukya.
Kebayang gak, ngumpul ngopi aja
susah apalagi ngobrolin itu, sembari meyakinkan saya coba pastikan bagaiamana kalau
kita mulai dengan hal yang sederhana. Kita seriusin dulu hal kecil, bagaiamana
komunitas social ituu terbentuk, agendanya ngapain aja, strukturnya bagaimana,
pengurusanya bagaiamana. Sontak semua mengiyakan.
Sebulan berlalu, rencana itu
terlupakan, lalu ngopi barenag lagi, rencana yang lalu terabaikan tapi yang
ngumpul sedikit berkurang, rencana rekreasi bareng aja gak jadi apalagi hal
lainya. Usul baru pun muncul dan lebih progresif lagi. Yang progresif bukan
cara kerjanya tapi idenya. Begitu terus berlalu dan gak ada yang jadi. Memulainya
itu kenapa begitu sulit, Barangkali dari hal itu pikirku, supaya berjalanya
sebuah rencana harus ada dua tipe manusia yang menyatu, yaitu pemikir dan orang
lapangan. Hal lain akan menyusul bilamana ide itu ada yang mengejerkan. setidaknya
seorang pemikir juga tidak sebatas mikir mikir, tipe sebagai orang lapangan
juga harus melekat pada dirinya.
MIKIRIN LANGIT BOLEH, MIMPI
SETINGGI LANGIT JUGA MOTIVASI TAPI REALISTIS JUGA UTAMA. MULAILAH DARI HAL
SEDERHANA, MENYUSUN ANAK TANGGA MEUJU LANGIT. YAHH WALAUPUN CUMAN MIMPI, HEHEH!
